Cara Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan
Cara mendidik anak sejak dalam
kandungan - Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari program
pendidikan pralahir
yang
diberikan kepada bayi, seperti bayi yang mendapat stimulasi sebelum
lahir biasanya lebih penuh perhatian (terutama terhadap
orang tua mereka) dan
lebih termotivasi untuk belajar.Hal ini karena selama berbulan-bulan sebelum bayi dilahirkan, bayi balajar mengenali
pola-pola suara tertentu sebagai
sesuatu yang
berhubungan dengan perilakunya.
Selain lebih memperhatikan, bayi yang mendapat stimulus sebelum lahir akan lebih cerdas
dibandingkan dengan
bayi
yang tidak mendapat stimulus saat dalam kandungan
Langkah-Langkah Pendidikan Pralahir
Latihan dapat dimulai pada akhirnya trimester pertama dengan
memperkenalkan kepada
bayi
serangkaian irama gendang
yang berulang.
Selama latihan-latihan ini,
bayi akan menemukan irama selain suara detak jantung ibunya. Latihan
ini merupakan
langkah pertama dalam mengajar bayi tentang dunia di
luar rahim.
Pada bulan kelima kehamilan, bayi yang sedang berkembang
sudah siap mempelajari komunikasi verbal (suara)
dan sentuhan.
Ibu akan memulai pelajaran dengan mengajar bayi menanggapi
suara ibu dan dorongan halus pada perut
ibu
dalam permainan bayi menendang.
Bulan kelima kehamilan adalah waktu alami untuk memulai hubungan sentuhan
dengan
bayi. Saat ini
sangat khusus
karena ibu mulai merasa bahwa bayinya nyata, baik secara
fisik maupun emosional.
Belajar untuk bersikap konstan dan
konsisten ketika
memberikan stimulasi kepada bayi lebih penting dari pada ragam stimulasi yang diberikan.
Sebagian besar pelajaran dalam pendidikan pralahir
mengharuskan ibu berbicara
kepada bayi melalui rahim.
Walaupun bayi sudah dapat mendengar ketika kehamilan berusia
18 minggu,
suara-suara
dari
luar rahim tersaring
melalui perut
ibu dan plasenta berisi cairan tempat bayi
berkembang. Untuk
itu
ibu harus mengarahkan dan
mengeraskan suara
untuk mencapai telinga
-
telinga
bayi.
Untuk membantu mengarahkan suara dapat menggunakan megafon, selembar kertas
yang
digulung-gulung, atau tabung
berlubang.
Cara efektif
lain untuk berkomunikasi dengan bayi adalah ibu berbaring di dalam mengelilingi perut
dan
tenggorakan cenderung memperbesar suara ibu, mempermudah bayi mendengarnya. Dalam
posisi ini, ibu tidak memerlukan megafon atau alat lainnya.
Setiap akhir dari
latihan dapat di akhiri dengan musik,
senandung, atau nyanyian selama dua menit. Hal ini akan membantu memberikan batasan pasti dalam
jadwal bayi.
Bayi akan mengetahui bahwa masa stimulasi diikuti musik dan
kemudian masa istirahat. Karena waktu-waktu transisi sama dengan waktu-waktu mengantuk bagi bayi baru lahir, hal ini
akan membantu menetapkan siklus tidur
teratur bagi bayi setelah dilahirkan.
Metode-metode dalam Pendidikan Pralahir
A. Fase Satu
a. Metode dengan Irama Gendang.
Latihan ini dapat dimulai pada akhir semester pertama.
Latihan
ini dilakukan dengan cara ibu atau orang lain yang membantu memukul gendang kecil dengan
pola konsisten dan lambat. Tujuan latihan ini adalah untuk mengajarkan bayi
suatu pengertian primitif tentang pola kepada bayi yang sedang berkembang selain itu lagu dan
iringan musik
dapat memberikan ketenangan dan stimulasi kepada bayi di samping membantu mengembangkan
kemampuan irama
dan
musik.
a) Tujuan:
Memberikan getaran
(dan bunyi) konsisten
yang
dapat dirasakan bayi.
b) Bahan-bahan yang diperlukan :
Gendang kecil
c) Cara melakukan latihan :
Letakkan gendang berdiri di atas perut ibu. Tabuh dengan batang pemukulnya sehingga dapat
merasakan
getarannya pada perut ibu.
d) Waktu mulai:
Latihan ini dapat dimulai menggunakan
irama
atau
musik sederhana kapan pun setelah pembuahan.
Akan
tetapi,
dianjurkan pada minggu
ke-18 kehamilan ketika bayi
telah memiliki kemampuan mendengar.
e) Frekuensi latihan:
Pukulan
gendang sederhana dapat dilakukan dua kal
dalami sehari. Disarankan 30 menit hingga dua
setengah jam setelah makan sebagai waktu terbaik untuk memberikan irama ini karena bayi telah mendapatkan gizi dari makanan yang ibu cerna. (Van
de
Carr, 2008 : 161)
b. Metode Permainan Bayi Menendang
Pada awal bulan
kelima,
ibu
akan
memulai merasakan tendangan atau
gerakan kecil di perut bagian bawah. Tendangan pada
usia kehamilan merupakan
hal yang
normal.
Itulah cara bayi memulai eksplorasi dan belajar
sesuatu tentang
dunianya. Menendang juga membantu memperkuat kaki
bayi.
Dalam permainan bayi menendang
ini, bayi akan belajar
dasar-dasar menanggapi orang lain. Permainan
ini
sederhana, bayi akan menendang
dan ibu dengan lembut akan menepuk atau menekan tepat pada bagian yang
ditendang
bayi.
Setelah ia terbiasa dengan tepukan ibu sebagai tanggapan terhadap tendangannya,
ibu
dapat
memulai
mengatakan
“tendang’ ketika
sedang
menepuk
a) Tujuan:
Mengajarkan pada
bayi
bahwa aksinya
akan
mendapatkan tanggapan
dan
merupakan suatu
cara berkomunikasi.
b) Bahan-bahan yang diperlukan:
Sebuah megafon, selembar kertas yang
digulung- gulung, atau tabung berlubang.
c) Waktu mulai:
latihan ini dapat dimulai ketika kandungan berusia kira-
kira
lima bulan. Setelah kira-kira satu bulan atau ketika bayi
dengan konsisten menanggapi kata-kata dan
tindakan ibu dalam
permainan bayi menendang,
ibu dapat memulai melanjutkan versi lanjutan.
Teruskan
permainan
ini sedikitnya
selama satu bulan dan
berhenti kapan saja setelah bulan ketujuh.
B. Fase Kedua
Awal bulan ketujuh kehamilan (minggu ke-28) adalah waktu terbaik untuk memulai program
pendidikan
pralahir fase kedua. Fase kedua terdiri atas latihan-latihan tambahan
berdasarkan prinsip-prinsip komunikasi yang
sama dengan
Permainan Bayi Menendang,
tetapi pada fase ini mulai
memperkenalkan kata-kata
dan tindakan
sederhana. Misalnya, saat ibu mengatakan “tepuk, tepuk, tepuk,” ibu
pun
dapat sambil menepuk
perutnya.
Pembenderahaan Kata Pertama untuk Bayi
Setiap kata dalam
Daftar Kata Utama menjelaskan sensasi yang dapat dirasakan bayi di dalam kandungan. Kata-kata
ini
dibagi
menjadi dua kelompok menurut
jenis sensasi
yang
dijelaskan.
Beberapa kata menggambarkan sensasi
sentuhan yang dapat dirasakan oleh bayi, seperti tendang yang digunakan dalam
Permainan Bayi Menendang.
Kata- kata lain diasosiasikan dengan
stimulasi
bunyi, gerakan,
atau visual.
a. Daftar Kata Utama
a. Kata yang menggambarkan dengan sentuhan atau
gerakan khusus yang dapat dirasakan oleh
bayi.
Saat
ibu mengulang kata-kata dan gerakan selama empat sampai enam
minggu, bayi akan memulai
menghubungkan sentuhan dengan kata-kata yang
ibu
ucapkan.
Hal ini akan lebih mempersiapkan bayi untuk memahami kata-kata setelah bayi
dilahirkan. Kata-kata tersebut adalah:
i. Tepuk
ii. Usap
iii. Tekan
iv. Gunjang
v. Belai
vi. Ketuk
b.Kata yang menggambarkan dengan gerakan.
i. Berdiri
ii. Duduk
iii. Ayun
iv. Goyang
c. Kata yang
diasosiasikan
dengan
bunyi. Tujuan mengajarkan kata musik adalah untuk
melatih bayi mengasosiasikan kata tersebut
dengan
berbagai bunyi musik. Musik
yang lembut dan menenangkan,
tanpa
banyak dicampuri
perkusi adalah yang
terbaik.
Menurut hasil penelitian, bayi-bayi itu
menikmati musik
seperti dari, Bach, Handel, Vivaldi, Pachelbel, Haydn, Mozart, dan Beethoven.
Contoh kata tersebut adalah :
i. Musik
ii. Keras
iii.
Bising
Contoh dalam
latihan kata musik: ibu dapat menempelkan tape recorder atau headphone ke perut ibu, lalu
katakan “musik”.
Dalam dua detik
hidupkan
tape recorder. Dengan cara
ini
bayi akan
belajar menghubungkan antara kata musik dengan bunyi
musik.
d. Kata yang diasosiasikan dengan fungsi-fungsi
biologis ibu dan bayi, adalah:
i. Batuk
ii.
Bersin
iii.
Cegukan
iv. Tangis
v. Tawa
e. Kata kelompok keempat mengungkapkan sensasi visual. Bayi pralahir akan siap
menanggapi latihan-
latihan
ini
kira-kira minggu ke-35 kehamilan, contohnya:
i. Terang
ii. Gelap
f. Kata-kata yang diasosiasikan dengan temperatur.
Gunakan kata dingin dan panas hanya
pada kehamilan
tua ketika
bayi
sudah
mulai
menekan
lambung ibu. Gunakan dua latihan ini ketika
ibu meminum sesuatu yang sesuai untuk mengajarkan
salah satu kata tersebut. Latihan ini hanya efektif
di bulan terakhir kehamilan, contohnya:
i. Dingin
ii. Panas
g. Kata-kata dalam kelompok
ketujuh mengungkapkan gerakan-gerakan yang dilakukan bayi, yang dapat
ibu rasakan. Contohnya, kata tendang
dalam Permainan Bayi Menendang.
i. Tendang
ii. Dorong
iii. Putar
h. Daftar
kata yang
terakhir
adalah
“tidak”, kata ini dapat digunakan di
depan sebagian kata utama, misalnya
setelah ibu memperkenalkan
kata guncang dan memberikan senasinya
kepada
bayi pralahir, selanjutnya ibu dapat mengatakan,
“tidak
guncang,” tepat setelah ibu berhenti
mengguncangkan perutnya.
b. Mempersiapkan Daftar Kata Utama
Tujuan :
Mengajarkan bayi menghubungkan
sensasi tertentu
dengan kata-kata
tertentu.
Ini
dilakukan dengan
cara
menggunakan kata-kata yang menggambarkan tindakan atau sensasi yang dapat dialami bayi di dalam rahim.
Bahan-bahan yang diperlukan:
Sebuah megafon, tabung berlubang, tape recorder,
headphone, senter.
Waktu mulai:
Kapan saja setelah bulan ketujuh atau
minggu ke-28 kehamilan.
Frekuansi latihan:
Disarankan mengulang seluruh kata dalam daftar dua atau tiga kali dalam
sehari.tetapi jika tidak seluruhnya
kata, lakukan sebanyak yang dapat dilakukan

Tidak ada komentar: