Cara jitu mengendalikan anak hiperaktif /ADHD
Cara jitu mengendalikan anak hiperaktif /ADHD adalah suatu kondisi ayang mencakup
disfungsi otak, ketika seseorang mengalami kesulitan dalam mengendalikan
impuls, menghambat perilaku dan tidak
mendukung rentang perhatian, atau rentang perhatian mudah dialihkan. Secara
umum ADHD adalah suatu kondisi ketika seseorang memperlihatkan gejala-gejala
kurang konsentrasi, hiperaktif dan impulsif yang dapat menyebabkan ketidak
seimbangan sebagian besar aktifitas hidup mereka.
1. Faktor Penyebab ADHD
Dari banyak penelitian yang dilakukan dan dipelajari
belum ada satupun penyebab pasti terjadinya gangguan ini, tetepi ada beberapa
kesimpulan yang dapat dijadikan
penyebab terjadinya gangguan
ini yakni karena faktor kultural dan psikososial
yang meliputi
1) Pemanjaan
Pemanjaan dapat juga disamakan dengan
memperlakukan anak terlalu manis, membujuk-bujuk makan, membiarkan saja, dan
sebagainya. Anak yang terlalu dimanja sering memilih caranya sendiri agar
terpenuhi kebutuhannya.
2) Kurang disiplin dan pengawasan
Anak yang kurang disiplin atau
pengawasan akan berbuat sesuka hatinya sebab perilakunya kurang dibatasi, jika
anak dibiarkan begitu saja sesuka hatinya dalam rumah maka anak tersebut juga
akan berbuat demikian ditempat lain, termasuk disekolah dan orang lain akan sulit
untuk mengendalikannya.
3) Orientasi kesenangan
Anak yang memiliki
kepribadian yang berorientasi kesenangan umumnya akan memiliki ciri-ciri
hiperaktif secara sosio-psikologis dan harus dididik agak berbeda agar mau
mendengarkan atau menyesuaikan diri. Anak yang mempunyai orientasi kesenangan
ingin memuaskan kebutuhan atau keinginan sendiri

2. Gejala Umum Anak ADHD
a. Kurangnya perhatian
Biasanya anak
selalu gagal memberi perhatian yang cukup terhadap detail atau anak selalu
membuat kesalahan karena ceroboh saat mengerjakan pekerjaan sekolah, bekerja
atau kegiatan yang lainnya.
Ia juga sulit
untuk mempertahankan pemusatan perhatian saat bermain, bekerja dan belajar
seperti tidak mendengarkan ketika diajak bicara dan atau pelupa dalam aktivitas sehari-hari.
b. Hiperaktivitas yang menetap selama 6 bulan atau lebih
Gejala
hiperaktivitas itu diantaranya anak sering bermain jari atau tidak dapat duduk
diam, seringkali meninggalkan kursi duduk di sekolah dan situasi lain yang
mmerlukan duduk di kursi.
Anak juga sering
lari dan memanjat berlebihan disituasi yang tidak tepat, seperti bergerak
didorong motor.
3. Tipe Anak ADHD
Para ahli
mempunyai perbedaan pendapat mengenai pembagian anak hiperaktif. Namun
demikian, secara umum mereka membagi ADHD kedalam tiga tipe kategori. Pertama,
tipe anak yang tidak bisa memusatkan perhatian.
Anak yang
mengalami jenis gangguan ini sangat mudah terganggu perhatiannya, tetapi tidak
sampai pada taraf hiperaktif atau impulsif. Gejala ini kebanyakan terjadi pada
anak perempuan dimana mereka pada umumnya tidak menunjukkan gejala hipoeraktif.
Anak dengan gejala
ini sering melamun
serta dapat digambarkan sepeerti sedang berada di awang-awang. Kedua, tipe
anak yang hiperaktif dan impulsif.
Anak dengan jenis
gangguan ini menunjukkan gejala yang sangat hiperaktif dan impulsif, tetapi
masih mampu memusatkan perhatian.
Tipe ini seringkali ditemukan pada
anak kecil. Ketiga, tipe gabungan. Anak dengan jenis gangguan ini sangat mudah
terganggu perhatiannya, hiperaktif serta impulsif. Kebanyakan anak termasuk
tipe seperti ini.
Jadi, yang dimaksud
hiperaktif adalah suatu pola perilaku kepada seseorang yang menunjukkan sikap
tidak mau diam , tak terkendali serta enggan memperhatikan dan impulsif(berbuat
sekehendak hatinya).
Anak hiperaktif selalu
bergerak dan tidak pernah merasakan asyiknya permainan yang disukai anak lain
seusia mereka. Hal tersebut disebabkan perhatian mereka cepat beralih.
Mereka seakan-akan
tidak berhenti mencari sesuatu yang menarik dan mengasyikkan, tetapi tak
kunjung ditemui.
4. Ciri – Ciri ADHD
a. Ciri Umum ADHD
ADHD biasanya mulai timbul pada anak usia 3 tahun,
namun pada umumnya baru terdeteksi ketika anak mulai menginjak bangku sekolah
dasar, ketika situasi belajar formal menuntut pola perilaku yang terkendali
termasuk pemusatan perhatian dan konsentrasi yang baik.
Ciri utama anak yang terkena gangguan iini adalah adanya gangguan kecenderungan untuk berpindah dari satu kegiatan kepada kegiatan
lain tanpa dapat menyelesaikan tugas yang diberikan, tidak dapat berkonsentrasi
dengan baik bila mengerjakan suatu tugas yang menuntut keterlibatan kognitif
serta tanpak adanya aktivitas yang tidak beraturan, berlebihan, dan mengacau.
a. Ciri Khusus ADHD
Selain menampakkan
ciri utama atau umum, anak ADHD akan menampakkan beberapa ciri khusus sebagai
berikut.
1)
Pada bayi
a)
Sensitif terhadap suara dan
cahaya
b)
Sering menangis, menjerit dan sulit untuk diam
c)
Sering terbangun dan sulit untuk tidur
d)
Sulit makan dan minum susu, baik dari botol maupun ASI
e)
Tidak bisa ditenangkan atau digendong dan menolak untuk disayang.
f)
Membenturkan kepala, memukul kepala dan menjatuhkan kepala ke belakang.
2)
Pada anak 2-4 tahun (pra sekolah)
a)
Anak tampak cerobah dan canggung.
b)
Impulsif.
c)
Sering mengalami kecelakaan dan jatuh.sering menggeliat.
d)
Sering
menggerakkan kaki atau tangan ketika duduk
e) Sering meninggalkan tempat duduknya, padahal seharusnya iaduduk manis.
f)
Sering menyakiti diri sendiri.
g)
Suka menentang.
3)
Pada anak 4-7 tahun (usia
sekolah)
a) Sering berlari lari atau memanjat secara berlebihan pada keadaan yang tidak selayaknya.
b)
Sering tidak mampu melakukan atau mengikuti kegiatan dengan
tenang.
c) Selalu bergerak seakan-akan tubuhnya didorong oleh mesin. Juga tenaganya tidak
pernah habis
d)
Sering terlalu banyak bicara.
e)
Sering sulit menunggu giliran.
f)
Sering memotong atau menyela
pembicaraan.
g) Jika diajak bicara tidak memperhatikan lawan bicaranya (bersikap apatif terhadap lawan bicaranya)
h)
Impulsif.
i)
Sulit memfokuskan perhatian.
j)
Sulit berkonsentrasi.
Kira-kira 75% anak
dengan ADHD menunjukkan gejala perilaku agresi dan menantang. Perilaku
menantang dan agresi berkaitan dengan
keluarga yang berhubungan dengan yang merugikan, sedangkan hiperaktivitas erat berhubungan dengan gangguan kinerja pada tes
kognitif yang memerlukan konsentrasi.
Bebrapa penelitian menyatakan
bahwa bebrapa kerabat dari anak hiperaktivitas menunjukkan ciri-ciri gangguan
kepribadian antisosial
Kesulitan sekolah,
baik belajar maupun perilaku, sering ditemukan, kadang-kadang berasal dari
gangguan komunikasi atau gangguan belajar yang ada bersama-sama atau dari
distraktibilitas anak dan atensi berfluktuasi yang mengalami perolehan,
penahanan dan penunjukkan ilmu pengetahuan.
Reaksi merugikan
dari sekolah terhadap karakteristik perilaku ADHD dan menurunnya penghargaan
diri karena merasa tidak mampu dapat berkombinasi dengan komentar merugikan
dari teman sebaya menyebabkan sekolah menjadi tempat yang tidak menyenangkan
baginya, menyebabkan dilakukannya perilaku anti sosial serta perilaku
merendahkan dan menghukum diri sendiri.
Tidak ada komentar: